A. Latar Belakang
Diera globalisasi, telah
terjadi perkembangan ilmu pengetahuan dan Tehonologi (IPTEK ). Sehingga manusia dituntut untuk mampu
bersaing dengan manusia yang lain. Salah satunya adalah melalui pendidikan yang perlu
ditunjang oleh kinerja pendidikan yang bermutu tinggi dan berkualitas. Pendidikan
adalah usaha sadar dan terancana untuk mewujudkan suasana belajar agar peserta
didik menjadi aktif. Hal ini sesuai dengan definisi menurut Sukmadinata (2008:
25) sebagai
berikut:
Perbuatan mendidik
diarahkan pada pencapian tujuan-tujuan
tertentu, yaitu tujuan pendidikan. Tujuan-tujuan ini bisa menyangkut
kepentingan peserta didik sendiri, kepentingan masyarakat dan tuntutan lapangan
pekerjaan atau ketiga-tiganya peserta didik, masyarakat dan pekerjaan
sekaligus. Proses pendidikan terarah pada peningkatan
penguasaan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, pengembangan sikap dan nilai-nilai dalam rangka pembentukan dan pengembangan diri peserta didik.
Dalam proses pembelajaran, guru yang memiliki strategi pembelajaran untuk menghindari kurangnya minat
belajar terhadap pelajaran sejarah yang akan mempengaruhi hasil belajar siswa.
Menurut Hamzah (2007:2) “Strategi pembelajaran adalah cara-cara yang akan
dipilih dan digunakan oleh seorang pengajar untuk menyampaikan materi
pembelajaran sehingga akan memudahkan peserta didik menerima dan memahami
pembelajaran,pada akhirnya tujuan pembelajaran dapat dikuasai diakhir kegiatan
belajar”.
Pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas merupakan salah satu tugas utama
guru. Menurut Suparman (2010:22) “Guru berperan sebagai fasilisator anak didik
dalam proses pencarian nilai-nilai atau pengetahuan khususnya yang berkaitan
dengan kehidupan dan lingkungan sekitarnya”. Untuk itu sebagai seorang guru
harus mampu menciptakan kondisi belajar yang dapat membangun kreativitas
peserta didik untuk menguasai ilmu pengetahuan. Menurut Kunandar (2010:10) bahwa:
Pendidikan
bertujuan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) peserta didik dengan
cara untuk meningkatkan kualitas diri manus
ia melalui proses pembelajaran. Maka
meningkatkan kualitas peserta didik, guru sebagai tenaga pendidik mempunyai
tujuan utama untuk menciptakan prestasi belajar yang optimal yaitu menciptakan
suasana belajar yang menyenangkan, dapat menarik siswa serta memotivasi siswa
untuk siswa-siswi dapat belajar dengan baik dan semangat. Suasana belajar yang
menyenangkan selalu akan berdampak positif bagi semua siswa. Prestasi siswa
dalam belajar merupakan indikasi perubahan-perubahan siswa setelah mengalami
proses belajar-mengajar. Dari prestasi inilah dapat dilihat keberhasilan siswa
dalam memahami suatu materi pembelajaran.
Kegiatan pembelajaran di dalam belajar-mengajar merupakan kegiatan yang
sangat penting. Berhasil atau tidaknya tujuan pencapaian suatu pengajaran
belajar-mengajar di sekolah banyak tergantung pada situasi belajar-mengajar di
dalam kelas. Permasalahan yang ada adalah tidak adanya keaktifan siswa di dalam
mengikuti belajar-mengajar khususnya pada mata pembelajaran sejarah. Siswa
hanya sekedar mengikuti pelajaran sejarah yang diajarkan guru di dalam kelas.